Minggu, 12 Februari 2017

Pertemuan 3 TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA

    Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000). Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui beberapa indera.

     Manusia melakukan pembelajaran aktif dengan memilih informasi masuk yang relevan, mengorganisasikan informasi-informasi itu kedalam refresentasi mental yang koheren, dan memadukan refresentasi mental itu dengan pengetahuan lain.

   Oleh karena karya sentral multimedia learning berlangsung dalam memori kerja atau working memory. Memori kerja digunakan untuk penyimpanan sementara dan memanipulasi pengetahuan dalam kesadaran pikiran aktif. Teori kognitif tentang multimedia learning dapat digambarkan dalam diagram berikut ini. Gambar 1. Teori kognitif tentang multimedia learning (Mayer, 2009:68)
https://made82math.files.wordpress.com/2014/02/teori-kognitif-multimedia.jpg
Gambar 1. Diagram teori kognitif tentang multimedia learning

Keterangan:
1. Sisi kiri dari Memori Kerja mewakili materi mentah yang masuk ke dalam memori kerja; yakni, citra visual berupa gambar dan citra suara berupa kata-kata.
2. Sisi kanan kotak Memori Kerja mewakili pengetahuan yang sudah terkonstruksi di memori kerja – model – model mental verbal dan visual serta keterkaitan diantara mereka.
3. Kotak diujung sebelah kanan diberi label Memori Jangka Panjang saling terkait dengan gudang pengetahuan si murid. Tidak seperti memori kerja, memori jangka panjang ini bisa menampung sangat banyak pengetahuan dalam periode yang sangat lama.

       Berdasarkan asumsi yang telah digambarkan diatas. Agar pembelajaran penuh makna
terjadi dalam lingkungan multimedia, maka menurut Mayer (2009:80) orang yang belajar
harus melibatkan diri kedalam lima proses kognitif yaitu:
(1) memilih kata-kata yang relevan untuk pemprosesan dalam materi kerja verbal,
(2) memilih gambar-gambar yang relevan untuk pemprosesan dalam materi kerja visual,
(3) me-nata kata-kata yang terpilih kedalam model mental verbal,
(4) menata gambar-gambar yang terpilih kedalam model mental visual,
(5) memadukan representasi verbal dan visual dengan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA:

https://made82math.wordpress.com/2014/02/21/pembelajaran-pecahan-berbasis-multimedia/
Slavin, R.E. 2000. Educational Psychology, Theory and Practice. United State of America: Allyn & Bacon

27 komentar:

  1. Jelaskan apa yang dimaksut Memori kerja digunakan untuk penyimpanan sementara dan memanipulasi pengetahuan dalam kesadaran pikiran aktif?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manusia melakukan pembelajaran aktif dengan memilih informasi masuk yang relevan, mengorganisasikan informasi-informasi itu kedalam refresentasi mental yang koheren, dan memadukan refresentasi mental itu dengan pengetahuan lain.

      Oleh karena karya sentral multimedia learning berlangsung dalam memori kerja atau working memory. Memori kerja digunakan untuk penyimpanan sementara dan memanipulasi pengetahuan dalam kesadaran pikiran aktif

      Hapus
  2. sedikit menambahkan
    Menurut Mayer dan Moreno (2010), teori kognitif pembelajaran yang disajikan pada Gambar 1 didasarkan pada teori beban kognitif dengan fokus mengurangi beban kognitif siswa. Teori beban kognitif memuat tiga jenis pengolahan kognitif selama belajar, yaitu:
    1. Beban kognitif intrinsic (intrinsic cognitive load) merupakan beban pikiran dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan tuntutan konten.
    2. Beban kognitif germane (germane cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh tuntutan untuk mengintegrasikan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya.
    3. Beban kognitif extraneous (extraneous cognitive load) merupakan beban pikiran yang dialami siswa selama pembelajaran yang diakibatkan oleh kerja pikiran yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran

    BalasHapus
  3. jelaskan tahapan umpan balik pada pemprosesan informasi dalam pembelajaran,?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi begini saudara tutut, tahapan umpan balik pada pemprosesan informasi dalam pembelajaran yakni, para siswa harus memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka yang menunjukkan apakah mereka telah atau belum mengerti tentang apa yang diajarkan.

      Hapus
  4. tambahan Robert Gagne seorang ahli psikologi pendidikan mengembangkan teori belajar yang mencapai kulminasinya (titik uncak) pada “The Condition of Learning”. Banyak gagasan Gagne tentang teori belajar, seperti belajar konsep dan model pemrosesan informasi, pada bukunya “The Condition of Learning” mengemukakan bahwa: Learning is change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and which is not simply ascribable to process a groeth.
    Dalam bukunya Robert M. Gagne disebutkan bahwa : A very special kind of intellectual skill, of particular in probelem solving, is called a cognitive strategy. In term of modern learning theory, a cognitive strategy is a control process . An internal process by means of which thinking. Gagne mengemukakan delapan fase dalam satu tindakan belajar. Fase-fase itu merupakan kejadian-kejadian eksternal yang dapat distrukturkan oleh siswa atau guru. Setiap fase dipasangkan dengan suatu proses yang terjadi dalam pikiran siswa. Kejadian-kejadian belajar itu akan diuraikan dibawah ini, yaitu:

    1. Fase motivasi : siswa yang belajar harus diberi motivasi untuk memanggil informasi yang telah dipelajari sebelumnya.
    2. Fase pengenalan : siswa harus memberikan perhatian pada bagian-bagian yang esensial dari suatu kejadian instruksional, jika belajar akan terjadi.
    3. Fase perolehan : apabila siswa memperhatikan informasi yang relevan, maka ia telah siap untuk menerima pelajaran.
    4. Fase retensi : informasi baru yang diperoleh harus dipindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Ini dapat terjadi melalui penggulangan kembali
    5. Fase pemanggilan : pemanggilan dapat ditolong dengan memperhatikan kaitan-kaitan antara konsep khususnya antara pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya.
    6. Fase generalisasi : biasanya informasi itu kurang nilainya, jika tidak dapat diterapkan diluar konteks di mana informasi itu dipelajari.
    7. Fase penampilan : tingkah laku yang dapat diamati. Belajar terjadi apabila stimulus mempengaruhi individu sedemikan rupa sehingga performancenya berubah dari situasi sebelum belajar kepada situasi sesudah belajar.
    8. Fase umpan balik : para siswa harus memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka yang menunjukkan apakah mereka telah atau belum mengerti tentang apa yang diajarkan.

    BalasHapus
  5. menambahkan :
    Model belajar pemrosesan informasi ini sering pula disebut model kognitif information processing, karena dalam proses belajar ini tersedia tiga taraf struktural sistem informasi, yaitu:
    1) Sensory atau intake register: informasi masuk ke sistem melalui sensory register, tetapi hanya disimpan untuk periode waktu terbatas. Agar tetap dalam sistem, informasi masuk ke working memory yang digabungkan dengan informasi di long-term memory.
    2) Working memory: pengerjaan atau operasi informasi berlangsung di working memory, dan di sini berlangsung berpikir yang sadar. Kelemahan working memory sangat terbatas kapasitas isinya dan memperhatikan sejumlah kecil informasi secara serempak.
    3) Long-term memory, yang secara potensial tidak terbatas kapasitas isinya sehingga mampu menampung seluruh informasi yang sudah dimiliki peserta didik. Kelemahannya adalah betapa sulit mengakses informasi yang tersimpan di dalamnya.

    BalasHapus
  6. tolong jelaskan penggunaan multimedia dalam pembelajaran? apakah berpengaruh terhadap proses penangkapan informasi oleh siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi begini saudara nur, suatu informasi dapat kita proses menjadi memori jangka panjang dan nudah kita ingat apa biila kita menggunakan bukan hanya satu atau dua indera kita bahkan semua. semakin banyak indra yang kita gunakan maka akan semakin informasi tersebut dpat kita pahami. dengan penggunaan multimedia hal tersebut dapat terpenuhi.

      Hapus
  7. menurut anda apakah faktor stimulus berpengaruh penting dalam pemrosesan suatu informasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu, faktor stimulus berpengaruh penting dalam pemrosesan suatu informasi karena mulai dari stimuluslah yang awal mula informasi dapat di roses menuju memori jangka pendek dan seterusnya.

      Hapus
  8. Manusia melakukan pembelajaran aktif dengan memilih informasi masuk yang relevan, mengorganisasikan informasi-informasi itu kedalam refresentasi mental yang koheren, dan memadukan refresentasi mental itu dengan pengetahuan lain. Bisakah anda menjelaskan dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti? Dan berikan contohnya!

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Bagaimana media yang baik agar pemrosesan informasi dapat sepenuhnya diterima peserta didik dengan baik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Media yang baik adalah media yang dapat memperjelas dan mempermudah dari bagian materi yang sulit

      Hapus
  11. sedikit menambahkan,
    Robert. M. Gagne sebagaimana yang dikutip oleh Bambang Warsita, dalam bukunya : The Conditioning of Learning mengemukakan bahwa ; Learning is a change in human disposition or capacity, wich persists over a period time, and wich is not simply ascribable to process of growth. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam kemampuan manusia setelah belajar secara terus menerus, bukan hanya disebabkan oleh proses pertumbuhan saja Dan Gagne menyatakan bahwa belajar merupakan seperangkat proses yang bersifat internal bagi setiap individu sebagai hasil transformasi rangsangan yang berasal dari peristiwa eksternal di lingkungan individu yang bersangkutan (kondisi)

    Gagne membuat rumusan yang berisi urutan untuk menimbulkan peristiwa pembelajaran, yaitu :
    a. Pembelajaran yang dilakukan dikondisikan untuk menimbulkan minat peserta didik, dan dikondisikan agar perhatian peserta didik terpusat pada pembelajaran sehingga mereka siap untuk menerima pelajaran.
    b. Memulai pelajaran dengan menyampaikan tujuan pembelajaran agar peserta didik mengetahui apa yang diharapkan setelah menerima pelajaran.
    c. Guru harus mengingatkan kembali konsep yang telah dipelajari sebelumnya.
    d. Guru siap untuk menyampaikan materi pelajaran.
    e. Dalam pembelajaran guru memberikan bimbingan atau pedoman kepada siswa untuk belajar.
    f. Guru memberikan motivasi untuk memunculkan respon siswa.
    g. Guru memberikan umpan balik atau penguatan atas respon yang diberikan siswa baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
    h. Mengevaluasi hasil belajar, dan
    i. Memperkuat retensi dan transfer belajar.
    Gagne membuat 7 macam pengelompokan media, yaitu :
    Benda untuk didemostrasikan, komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar.
    Gagne merumuskan “ The domains of Learning “, yaitu :
    Kemampuan belajar manusia yang terbagi kepada lima kategori :
    a. Motor/skill : ketramppilan motorik.
    b. Informasi verbal : dapat menjelaskan sesuatu dengan berbicara, menulis, menggambar.
    c. Kemampuan intelektual, yaitu kemampuan manusia dalam berinteraksi dengan dunia luar yang berkaitan dengan symbol-simbol.
    d. Strategi kognitif : organisasi keterampilan yang internal.
    e. Sikap.

    Gagne membuat rumusan tahapan dalam tujuan dan tingkatan belajar :
    Tahapan tujuan belajar diawali dari yang mudah (rendah), sedang, ke sulit (tinggi), dan tahapan ini berbanding lurus dengan tahapan proses belajar, yaitu dari yang paling sederhana ke yang kompleks. Adapun tingkatan belajar ada empat : belajar fakta, belajar konsep, belajar prinsip, dan pemecahan masalah (Harjanto, 2000 : 159).

    BalasHapus
  12. saya ingin membantu menambahkan materi :
    Teori belajar yang oleh Gagne (1988) disebut dengan ‘Information Processing Learning Theory’. Teori ini merupakan gambaran atau model dari kegiatan di dalam otak manusia di saat memroses suatu informasi. Karenanya teori belajar tadi disebut juga ‘Information-Processing Model’ oleh Lefrancois atau ‘Model Pemrosesan Informasi’. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
    Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu,
    (1) motivasi;
    (2) pemahaman;
    (3) pemerolehan;
    (4) penyimpanan;
    (5) ingatan kembali;
    (6) generalisasi;
    (7) perlakuan;
    (8) umpan balik.
    Beberapa model telah dikembangkan di antaranya oleh Gagne (1984), Gage dan Berliner (1988) serta Lefrancois, yang terdiri atas tiga macam ingatan yaitu: sensory memory atau Ingatan Inderawi (II), Ingatan Jangka Pendek (IJPd) atau short-term/working memory, Ingatan Jangka Panjang (IJPj) atau long-term memor

    BalasHapus
  13. apa saja usaha yang dapat kita lakukan agar informasi atau ingatan yang kita miliki tidak hilang/lupa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi begini saudari sri, agar informasi atau ingatan yang kita miliki tidak mudah hilang/lupa maka kita harus memasukkan informasi tersebut ke memori jangka panjang. untuk memasukkan informasi tersebut ke memori jangan panjang maka kita dapat melakukannya dengan car mengulang-ulang informasi tersebutila dan bila telah tersimpan pada memori jangaka panjang maka kita pun harus memancingnya agar tidak hilang.

      Hapus
  14. Sedikit menambahkan : Gredler menyebutkan bahwa ada dua asumsi pokok yang mendukung riset pemrosesan informasi, yaitu sistem memori adalah pengolah informasi yang aktif dan terorganisasi serta pengetahuan sebelumnya berperan penting dalam belajar. Terkait dengan asumsi tersebut maka perlu dibahas tentang hakikat sistem memori manusia dan organisasi pengetahuan dalam memori jangka panjang. Konsepsi awal tentang memori manusia menganggap bahwa memori hanya sekedar tempat penyimpanan atau kolektor informasi yang pasif selama periode waktu yang lama. Tetapi, pada tahun 1960-an periset mulai memandang memori manusia sebagai sistem kompleks yang memproses dan mengorganisasikan semua pengetahuan kita . Disebutkan pula oleh Santrock bahwa memori atau ingatan adalah penyimpanan informasi di setiap waktu.
    Cara kerja memori manusia meliputi tiga macam sistem penyimpanan ingatan, yaitu memori sensori (sensory memory), memori jangka pendek (short-term memory,) dan memori jangka panjang (long-term memory).

    BalasHapus
  15. dari penjelasan yang anda buat, apa yang dimaksud dengan mental verbal dan mental visual ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. channel verbal, representasi dibentuk secara urut dan logis, sedangkan dalam channel nonverbal, representasi dibentuk secara holistik. Sebagai contoh, mata, hidung, dan mulut dapat dipandang secara terpisah, tetapi dapat juga dipandang sebagai bagian dari wajah. Representasi informasi yang diproses melalui channel verbal disebut logogen sedangkan representasi informasi yang diproses melalui channel nonverbal disebut imagen

      Hapus
  16. berikan penjelasan kenapa informasi yang diterima melalui pendengaran itu lebih bertahan lama dibandingkan informasi yang diterima melalui penglihatan?dan mengapa informasi yang diterima melalui pendengaran itu lebih bertahan lama dibandingkan informasi yang diterima melalui penglihatan?

    BalasHapus
  17. bagaimana cara media dapat membantu dalam memproses informasi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi begini saudara dian, suatu informasi dapat kita proses menjadi memori jangka panjang dan nudah kita ingat apa biila kita menggunakan bukan hanya satu atau dua indera kita bahkan semua. semakin banyak indra yang kita gunakan maka akan semakin informasi tersebut dpat kita pahami. dengan penggunaan multimedia hal tersebut dapat terpenuhi.

      Hapus
  18. saya ingin menambahkan
    Memori jangka panjang merupakan bagian dari sistem memori tempat menyimpan informasi untuk periode panjang. Tulving (1993) dalam (Slavin, 2000: 181) membagi memori jangka panjang menjadi tiga bagian, yaitu :
    · memori episodik, yaitu bagian memori jangka panjang yang menyimpan gambaran dari pengalaman-pangalaman pribadi kita,
    · memori semantik, yaitu suatu bagian dari memori jangka panjang yang menyimpan fakta dan pengetahuan umum,
    · memori prosedural adalah memori yang menyimpan informasi tentang

    BalasHapus
  19. Berdasarkan asumsi yang telah digambarkan diatas. Agar pembelajaran penuh makna
    terjadi dalam lingkungan multimedia, maka menurut Mayer (2009:80) orang yang belajar
    harus melibatkan diri kedalam lima proses kognitif yaitu:
    (1) memilih kata-kata yang relevan untuk pemprosesan dalam materi kerja verbal,
    (2) memilih gambar-gambar yang relevan untuk pemprosesan dalam materi kerja visual,
    (3) me-nata kata-kata yang terpilih kedalam model mental verbal,
    (4) menata gambar-gambar yang terpilih kedalam model mental visual,
    (5) memadukan representasi verbal dan visual dengan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Apa yang terjadi apabila orang yang belajar tidak melibatkan diri dalam semua proses kognitif tersebut.

    BalasHapus