Kata media berasal dari bahasa Latin yaitu medius yang berarti "tengah", "perantara" atau "pengantar". Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal (Azhar, 2015: 3)
Perluasan konsep tentang media, dimana teknologi bukan sekedar benda, alat, bahan atau perkakas, tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan, organisasi dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan ilmu (Achsin, 1986: 10).
Menurut Wuyono (2011), pembelajaran yaitu membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh siswa sebagai peserta didik. Dengan kata lain pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Berdasarkan teori di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran
adalah alat yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur
pesan antara guru dan siswa yang dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian, dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya proses
belajar mengajar ketingkat yang lebih efektif dan efisien agar tujuan
pembelajaran tercapai
B. Jenis-jenis Media
Menurut Rudi Brets dalam buku Media Pembelajaran membagi media berdasarkan indera yang terlibat yaitu :
a.
Media audio, yaitu media yang hanya melibatkan indera
pendengaran dan hanya mampu memanipulasi
kemampuan suara semata.
b.
Media visual, yaitu media yang hanya melibatkan indera
penglihatan. termasuk dalam jenis media ini adalah media cetak-verbal, media
cetak-grafis, dan media visual non-cetak.
c.
Media audio visual, yaitu media yang melibatkan indera
pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam suatu proses. Pesan visual yang
terdengar dan terlihat itu dapat disajikan melalui program audio visual seperti
film dokumenter, film drama, dan lain-lain.
C.
Landasan Teoritis Penggunaan MediaSalah satu gambaran yang paling banyak dijadikan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam proses belajar adalah Dale's Cone of Experience (kerucut pengalaman Dale). Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). semakin ke atas di pucuk kerucut semakin abstrak median penyampaian pesan itu.
Perlu dicatat bahwa urutan-urutan ini tidak berarti proses belajar dan interaksi mengajar harus selalu dimulai dari pengalaman langsung, tetapi dimulai dengan jenis pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kelompok siswa yang dihadapi dengan mempertimbangkan situasi belajarnya (Azhar, 2015: 13-14)
DAFTAR PUSTAKA
Achsin, A. 1986. Media Pendidikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Ujung Pandang: IKIP Ujung Pandang
Arsyad, Azhar. 2015. Media Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers.
http://literaturbook.blogspot.co.id/2014/12/penjelasan-landasan-teori-media.html
http://ccs.infospace.com
/ClickHandler.ashx?encp=ld%3d20170129%26app%3d1%26c%3dsosodesk%26s%3dbysenda%26rc%3dsosodesk%26dc%3d%26euip%3d114.125.55.53%26pvaid%3d90ea3582871942e09e57521441dc57c0%26dt%3dDesktop%26fct.uid%3d45b83e754dfb484da19d8b7a5600b1a7%26en%3d4EFrMFXUv7YrW%252bvGVs5puXj1o3wMpQlY0fPMozidyighM%252b%252fLVtCp1vbRCONiF0lu%26ru%3dhttps%253a%252f%252fmediapembelajaransejarah.files.wordpress.com%252f2012%252f09%252flandasan-teori-media-pembelajaran-bhs-jepang.pdf
/ClickHandler.ashx?encp=ld%3d20170129%26app%3d1%26c%3dsosodesk%26s%3dbysenda%26rc%3dsosodesk%26dc%3d%26euip%3d114.125.55.53%26pvaid%3d90ea3582871942e09e57521441dc57c0%26dt%3dDesktop%26fct.uid%3d45b83e754dfb484da19d8b7a5600b1a7%26en%3d4EFrMFXUv7YrW%252bvGVs5puXj1o3wMpQlY0fPMozidyighM%252b%252fLVtCp1vbRCONiF0lu%26ru%3dhttps%253a%252f%252fmediapembelajaransejarah.files.wordpress.com%252f2012%252f09%252flandasan-teori-media-pembelajaran-bhs-jepang.pdf
Saudari yeti, saya mau bertanya apa pentingnya multimedia dalam pembelajaran .Terima Kasih
BalasHapusjadi begini saudari fira, multimdia sangat penting bagi seorang guru untuk kegiatan belajar mengajar didalam kelas. berikut Kegunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar diantaranya;
Hapus1. Media Pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan supaya tidak terlalu verbalitas (dalam bentuk kata-kata tertulis atau hanya kata lisan)
2. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, misalnya;
3. Dengan menggunakan media pembelajaran secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk;
4. Dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda diantara peserta didik, sementara kurikulum dan materi pelajaran di tentukan sama untuk semua peserta didik. hal ini dapat diatasi dengan media pendidikan.
Dengan demikian, apabila pembelajaran memanfaatkan lingkungan sebagai alat/ media pembelajaran dalam proses belajar mengajar maka peserta didik akan memiliki pemahaman yang bagus tentang materi yang didapatkan, sehingga besar kemunkinan dengan memperhatikan alat/ media pengajaran itu tujuan pembelajaran akan tercapai dengan efektif dan efisien. Variasi dalam pembelajaran dengan menjadikan lingkungan sebagai media belajar menyenangakan akan mendukung pelajaran yang tidak membosankan bahkan menjadikan belajar semakin efektif.
jadi begini saudari friska, pada point ke-4 dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda diantara peserta didik, sementara kurikulum dan materi pelajaran di tentukan sama untuk semua peserta didik. hal ini dapat diatasi dengan media pendidikan. seperti yang kita ketahui bahwa setiap siswa pasti memiliki pengalaman yang berbeda dalam hidup mereka nah perbedaan tersebut dapat di di atasi dengan adanya media. contoh larutan garam bagi siswa yang lokasi perumahanya berada di pesisir laut mereka menggunakan air laut (air garam)sebagai pengawet ikan asin dan ada juga untuk membuat kristal-kristal garam dll. nah dengan penggunaan media kita dapat merangkum semuanya menjadi satu
Hapussedikit menambahkan , sesuai dengan pengertiannya bahwa media merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan sehingga mendorong terjadinya kegiatan. Juga semakin banyak alat indera yang digunakan untuk menerima dan mengolah informasi semakin besar kemungkinan informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan. Makanya semakin kerucut semakin abstrak lah media penyampaian pesan itu disebabkan informasi yang telah banyak diberikan pada dasarnya, sehingga pengolahan bisa dilakukan sendiri (tidak begitu dituntun).
BalasHapusLandasan Empirik
BalasHapusTemuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Pebelajar yang memiliki gaya visual akan lebih mendapat keuntungan dari penggunaan media visual, seperti film, video, gambar atau diagram; sedangkan pebelajar yang memiliki gaya belajar auditif lebih mendapatkan keuntungan dari penggunaan media pembelajaran auditif, seperti rekaman, radio, atau ceramah guru.
Menurut anda bagaimana fungsi multimedia sendiri bagi siswa?
BalasHapusSecara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan tertentu bagi siswa sebagai berikut:
Hapus1. Memperjelas siswa dalam menerima pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).
2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera pada siswa, seperti misalnya:
a. Objek yang terlalu besar, bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film, atau model;
b. Objek yang kecil-dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar;
c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography;
d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal;
e. Objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain, dan
f. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain) dapat di visualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.
Sudjana dan Rivai (1992;2) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu:
HapusPembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar;
Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran;
Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran;
Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.
Adakah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan suatu media pembelajaran?
BalasHapusBeberapa hal-hal umum yang harus dipenuhi dalam pemanfaatan media pengajaran dalam PBM, yakni:
Hapus1. Media pengajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
2. Media pengajaran tersebut merupakan media yang dapat dilihat atau didengar.
3. Media pengajaran yang digunakan dapat merespon siswa belajar.
4. Media pengajaran juga harus sesuai denga kondisi individu siswa.
5. Media pengajaran tersebut merupakan perantara (medium) dalam proses pembelajaran siswa.
sekalipun efektivitas dan efisiensi media tidak dapat diragukan lagi dalam proses pembelajaran. Namun seorang guru pun penting untuk mempertimbangkan faktor aksesibilitas yang menyangkut apakah media tersebut dapat diakses dengan mudah atau tidak. Jelaskan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut?
BalasHapusjadi begini saudari nur, akan sangat di sayangkan apabila media yang kita sudah efektivitas dan efisien namun kita sebagai seorang guru tidak paham mengenai pengaksesan dari media yang kita miliki. jadi untuk meminimalisirnya, kita harus studi lapangan mengenai bagaimana kondisi dari akses
Hapusjelaskan hubungan media pembelajaran dam tujuan pembelajaran?
BalasHapushasil belajar merupakan tujuan utama dari hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). begitulah peranan media dalam pembelajaran
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusBerikan contoh media yang baik untuk suatu materi kimia!
BalasHapussaya ambil contoh mengenai materi hidrokarbon dalam menjelaskan strukturnya kita dapat menggunakan media molymod
Hapusmengapa Dale's Cone of Experience (kerucut pengalaman Dale) dijadikan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam proses belajar?
BalasHapusSalah satu gambaran yang paling banyak dijadikan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam proses belajar adalah Dale's Cone of Experience (kerucut pengalaman Dale). Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). semakin ke atas di pucuk kerucut semakin abstrak median penyampaian pesan itu.
Hapusjelaskan beserta contoh mengapa multimedia pembelajaran sangat diperlukan?
BalasHapusberdasarkan fungsi dari multimedia itu sendiri bahwa dengan penggunaan multimedia dapat mempermudan kita dalam penyampain pesan dan dalam penerimaan pesan. seperti yang kita ketahui bahwa materi kimia bersifat abstrak sehigga diperlukan multimedia untuk mengkonkritkannya. saya ambil contoh mengenai materi hidrokarbon dalam menjelaskan strukturnya kita dapat menggunakan media molymod
Hapusjelaskan :bahwa urutan-urutan ini tidak berarti proses belajar dan interaksi mengajar harus selalu dimulai dari pengalaman langsung, tetapi dimulai dengan jenis pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kelompok siswa yang dihadapi dengan mempertimbangkan situasi belajarnya
BalasHapusjadi maksutnya begini saudari santa, tidak semua proses pembelajaran itu harus selalu dimulai dari pengalaman langsung meskipun kita tau bahwa pengalaman langsung merupakan dasar bagi kerucut tersebut. seperti halnya pada materi tentang bentuk molekul mereka pastinya tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam kehidupan mereka oleh karena itu kita tidak memulai proses pembelajaran dari pengalaman langsung melainkan dari demonstrasi menggunkan alat peraga dll.
Hapussaya akan menambahkan materi , Penggunaan media dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar. Diharapkan proses pembelajaran menjadi efektif, interaktif, dan efisien. Adapun beberapa landasan dalam penggunaan media pembelajaran, adalah sebagai berikut: Ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
BalasHapusbisakah anda jelaskan maksud dari gambar kerucut pengalaman dale?
BalasHapusHasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). semakin ke atas di pucuk kerucut semakin abstrak median penyampaian pesan itu.
Hapussaya ingin menambahkan
BalasHapusBerkaitan dengan konkret-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran, ada beberapa pendapat di antaranya:
· Bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan urutan dari belajar dengan gambaran atau film ( iconic representation of experiment) kemudian ke belajar dengan simbol, yaitu menggunakan kata-kata (symbolic representation ). Hal ini juga berlaku tidak hanya untuk anak, tetapi juga untuk orang dewasa.
· Bahwa sebenarnya nilai dari media terletak pada tingkat realistiknya dalam proses penanaman konsep, ia membuat jenjang berbagai jenis media mulai yang paling nyata ke yang paling abstrak.
· Membuat jenjang konkrit-abstrak dengan dimulai dari siswa yang berpartisipasi dalam pengalaman nyata, kemudian menuju siswa sebagai pengamat kejadian nyata, dilanjutkan ke siswa sebagai pengamat terhadap kejadian yang disajikan dengan media, dan terakhir siswa sebagai pengamat kejadian yang disajikan dengan symbol.
menurut anda landasan mana yang paling penting dalam multimedia pembelajran?
BalasHapusmenurut pendapat saya semua landasan di atas penting karena apabila salah satu landasan tidak terlaksana dengan baik maka multimedia yang kita rancang tidak dapat berkontrinusi dengan optimal sebagaimana mestinya
Hapus