Sabtu, 28 Januari 2017

Pertemuan 1 Landasan Teoritis Multimedia Pembelajaran

 A. Pengertian Media Pembelajaran
      Kata media berasal dari bahasa Latin yaitu medius yang berarti "tengah", "perantara" atau "pengantar". Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal (Azhar, 2015: 3)

      Perluasan konsep tentang media, dimana teknologi  bukan sekedar benda, alat, bahan atau perkakas, tetapi tersimpul pula sikap, perbuatan, organisasi dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan ilmu (Achsin, 1986: 10).

     Menurut Wuyono (2011), pembelajaran yaitu membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. Mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh siswa sebagai peserta didik. Dengan kata lain pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. 
Berdasarkan  teori di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai penyalur pesan antara guru dan siswa yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga mendorong terjadinya proses belajar mengajar ketingkat yang lebih efektif dan efisien agar tujuan pembelajaran tercapai





B. Jenis-jenis Media
     Menurut Rudi Brets dalam buku Media Pembelajaran  membagi media berdasarkan indera yang terlibat yaitu :
a.       Media audio, yaitu media yang hanya melibatkan indera pendengaran dan hanya mampu       memanipulasi kemampuan suara semata.
b.      Media visual, yaitu media yang hanya melibatkan indera penglihatan. termasuk dalam jenis media ini adalah media cetak-verbal, media cetak-grafis, dan media visual non-cetak.
c.       Media audio visual, yaitu media yang melibatkan indera pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam suatu proses. Pesan visual yang terdengar dan terlihat itu dapat disajikan melalui program audio visual seperti film dokumenter, film drama, dan lain-lain.

 C. Landasan Teoritis Penggunaan Media
     Salah satu gambaran yang paling banyak dijadikan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam proses belajar adalah Dale's Cone of Experience (kerucut pengalaman Dale). Hasil belajar seseorang diperoleh mulai dari pengalaman langsung (konkret), kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang kemudian melalui benda tiruan, sampai kepada lambang verbal (abstrak). semakin ke atas di pucuk kerucut semakin abstrak median penyampaian pesan itu.



Perlu dicatat bahwa urutan-urutan ini tidak berarti proses belajar dan interaksi mengajar harus selalu dimulai dari pengalaman langsung, tetapi dimulai dengan jenis pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kelompok siswa yang dihadapi dengan mempertimbangkan situasi belajarnya (Azhar, 2015: 13-14)

DAFTAR PUSTAKA

Achsin, A. 1986. Media Pendidikan dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Ujung Pandang: IKIP Ujung  Pandang 

Arsyad, Azhar. 2015. Media Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers.

http://literaturbook.blogspot.co.id/2014/12/penjelasan-landasan-teori-media.html

http://ccs.infospace.com
/ClickHandler.ashx?encp=ld%3d20170129%26app%3d1%26c%3dsosodesk%26s%3dbysenda%26rc%3dsosodesk%26dc%3d%26euip%3d114.125.55.53%26pvaid%3d90ea3582871942e09e57521441dc57c0%26dt%3dDesktop%26fct.uid%3d45b83e754dfb484da19d8b7a5600b1a7%26en%3d4EFrMFXUv7YrW%252bvGVs5puXj1o3wMpQlY0fPMozidyighM%252b%252fLVtCp1vbRCONiF0lu%26ru%3dhttps%253a%252f%252fmediapembelajaransejarah.files.wordpress.com%252f2012%252f09%252flandasan-teori-media-pembelajaran-bhs-jepang.pdf